Wednesday, July 13, 2005

Jumlah Penduduk Tergantung Program Kespro

Persoalan Kependudukan dan HAM (2)



Persoalan Kependudukan dan HAM (2)

Oleh : Safitri Rayuni


Bertambah banyaknya perempuan yang terinfeksi HIV dan AIDS berpengaruh signifikan terhadap persoalan kependudukan. Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat memusatkan perhatian penuh untuk mengaitkan kegiatan seksual dan kesehatan reproduksi dengan intervensi HIV/AIDS. Demikian petikan maklumat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr Sri Mulyani pada Seminar Kesetaraan Gender, KB dan Tujuan Pembangunan Millenium.

Dalam International Conference on Population and Development (ICPD) tahun 1994, diidentifikasi bahwa pertumbuhan penduduk sebagai faktor penting dalam keberlangsungan pembangunan. Ditekankan bahwa untuk mewujudkan kualitas hidup yang tinggi bagi penduduk saat ini dan generasi mendatang diperlukan fasilitas proses transisi demografi ke arah percepatan penurunan kelahiran dan kematian.

Sehingga pertumbuhan penduduk diprediksi akan menurun lebih cepat dan mencapai penduduk tumbuh seimbang (PTS) dan penduduk tanpa pertumbuhan (PTP). “Jumlah penduduk dunia tahun 2015 nanti tergantung dari perhatian kita terhadap program-program kesehatan produksi,” ungkap Kepala BKKBN Dr Sumarjati Arjoso, SKM pada Harganas dan Hari Kependudukan se-Dunia 2005 di Silang Monas Jakarta.

Program-program ini dikatakannya tergantung seberapa besar pendanaan dan program yang terlaksana. Penduduk dunia akan bervariasi antara 6,9 hingga 7,4 miliar jiwa. Perkiraan PBB dalam laporan proyeksi penduduk revisi tahun 2002 menunjukkan pada tahun 2015 nanti jumlah penduduk dunia adalah 7,2 miliar jiwa.

“Dengan kata lain dalam kurun 10 tahun mendatang ada dua pilihan ekstrim yang ada di tangan kita, yaitu penduduk bumi bertambah paling sedikit 0,9 miliar atau paling banyak 1,4 miliar,” ujarnya.

Untuk Indonesia, proyeksi PBB yang direvisi pada tahun 2002 memberikan angka proyeksi penduduk terendah dan tertingggi adalah 239 dan 261 juta jiwa. “Apabila kondisi program KB tidak ditingkatkan sehingga angka kelahiran tidak turun, tetapi angka tersebut menetap sampai dengan tahun 2015, maka penduduk Indonesia tahun 2015 akan lebih dari 261 juta jiwa,” tandasnya. (habis)

Read More..