Tuesday, November 11, 2008

Kado ultah dari Tuhan

Memasuki akhir trimester kedua kehamilanku, sudah empat kali kami melakukan ultrasonografi (USG) terhadap bayi kami.
USG adalah prosedur pemeriksaan yang tidak berbahaya. USG menggunakan gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke tubuh untuk memperlihatkan gambaran rahim dan isinya yang memberikan informasi dalam bentuk gambar yang disebut Sonogram yang dapat kita lihat di layar monitor.
Tidak menggunakan radiasi, jarum suntik, cairan atau obat2an yang dimasukkan kedalam tubuh. Walau kadang geli juga saat jelly dilumuri di bagian perut, lantas aplikator ditempel di dinding perut.

USG pertama, kami lakukan di dokter Inu Mulyantoro SPOg awal Juli 2008, di Ketapang. Satu minggu setelah aku menyatakan diri mundur dari Harian Tribun Pontianak. Hasilnya, aku belum dinyatakan hamil dan dikasi obat penyubur kandungan. Tapi aku masih belum merasa yakin dengan informasi itu.

Berdasarkan informasi dari Mbak Uun, yang tak hanya pengalaman di dunia jurnalistik sebagai Kabiro ANTARA Pontianak, tapi juga sudah pengalaman hamil dan melahirkan dua putri yang cantik-cantik (Qori dan Shima), kami ke dokter kandungan tempat Mbak Uun periksa,dr Saukani SPOg di RSIA Anugerah Bunda.

USG ke-3 dan ke-4 dilanjutkan di dr Inu. Kata dr Inu, anak kami laki-laki. Posisi normal, terakhir USG beratnya sudah 700 gram dengan posisi kepala di bagian bawah rahim. Kami mengucap syukur dan terus berdoa agar prosesnya lancar dan selamat.

KADO ULTAH DARI TUHAN
Tanggal 10 Agustus 2008, setelah USG, tampil di monitor USG tulian 11w4d, artinya 11 weeks 4 days, 11 minggu empat hari?, hampir tiga bulan!!! ampun saking sibuknya waktu itu aku gak sadar kalo aku hamil.

Kata dokter aku sudah mulai hamil sejak tanggal 20 mei 2008, bulan di mana aku sangat bahagia karena ditemani ibuku selama satu bulan penuh di rumah. Ibuku baru kembali dari Serang, Banten, menjenguk cucunya. Suami juga intens bolak-balik Ketapang-Pontianak-Jakarta untuk urusan dinas sekaligus bertemu ibuku, maklum menantu dan mertua ini jarang bertemu karena ibuku domisili di Sintang.

Jika di bulan lain suami datang hanya satu atau dua kali sebulan, bulan itu tiga kali ia mengunjungiku ke Pontianak. Rutinitas ini sudah setahun berlangsung sejak pernikahan kami 26 Mei 2007 lalu.

Berarti aku hamil 10 hari sebelum hari ulang tahunku, yang dirayakan 1 Juni. Juga enam hari sebelum hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama. Ini artinya bayi ini adalah kado ulang tahun dari Tuhan buat kami. Kado terindah yang melengkapi kehadiranku sebagai seorang manusia di dunia ini. Sejak itu aku rajin mengontrol pola makanku. Kadang dipaksakan makan walau selera makan berkurang akibat
kadar asam lambung yang meningkat drastis. Kami juga sering bolak-balik Pontianak untuk mengurus kepindahan ke Ketapang.

Memasuki bulan September, yang juga awal bulan puasa, aku coba ikut puasa. Tapi apa daya, hari pertama puasa aku kalah. Asam lambung meningkat. Aku tumbang dan masuk UGD RS Fatima, rumah sakit swasta yang dikelola yayasan gereja di Ketapang.

Untung gak lama trus boleh pulang, walau dokter menyarankan opname dan diinfus untuk mengganti cairan tubuh. Tapi...aku kok kurang suka dengan suasana rumah sakit yang isinya penderitaan orang-orang itu ya..juga bau obat-obatan yang menusuk hidung.
Alhasil, selama puasa aku cuma berpuasa alakadarnya selama 19 hari, sisanya dibayar fidyah (pengganti dalam bentuk uang untuk memberi makan orang miskin) sebanyak jumlah hari puasa yang tertinggal.

10 hari pertama di ketapang, 10 hari ke-2 bulan puasa kuhabiskan di rumahku di Pontianak, dan 10 hari ke-3 kuhabiskan di Sintang, di rumah orangtuaku, sekalian berlebaran di sana. Pembagian yang adil bukan?

Kini, aku dan suami, dan calon anggota keluarga baru ini tentunya, berada di Ketapang, sampai waktu yang tak ditentukan. Sebab jalannya rezeki, karir dan pendidikan Tuhan yang mengatur. So, kami belum bisa sesumbar di mana akan berdomisili dan menetap nantinya. Jika diizinkan, kami hanya ingin terus dan tetap bersama sebagai sebuah keluarga. Amin

2 comments:

News Corner said...

Selamat atas kelahiran Putranya, Anugrah terbesar dari Allah. Semoga Keberkahan selalu menyertai.
Amin

iphiet said...

Amiin, thanks doanya juga ucapan selamatnya ya Bung Iwan, tapi blom lahir lho bayiku ini he he he...